it's real me

it's real me
RAHMAWATI. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

PENGARUH VARIABEL-VARIABEL MAKRO TERHADAP PEREKONOMIAN INDONESIA



Pengaruh variable-variabel makro terhadap perekonomian Indonesia, disini terlebih dahulu saya akan membahas apa itu ekonomi makro, ekonomi makro adalah studi tentang ekonomi secara keseluruhan. makro ekonomi menjelaskan perubahan ekonomi yang mempengaruhi banyak rumah tangga, perusahaan, dan pasar. Ekonomi makro juga mencakup hubungan variable-variabel perekonomian (konsumsi, investasi, tabungan, ekspor, impor dan permintaan yang berasal dari pemerintah atau pengeluaran pemerintah) pada tingkat agregat (penggabungan dari unit-unit kecil perekonomian).

Kini sebenarnya setiap hari kita sudah terbiasa melihat berita perekonomian tentang ekonomi makro seperti inflasi, tingkat pengangguran, pasar uang dan lain-lain. Tetapi masalahnya itu sebenarnya tetap lebih mengacunya kepada pasar, dan permasalahan tersebut juga sama halnya seperti yang dialami oleh ekonomi mikro, cuma kalau di makro itu cakupannya jauh lebih luas dibandingkan mikro.

          Saya akan memulai dari pengaruh variabel-variabel makro terhadap konsumsi, lebih tepatnya pola konsumsi masyarakat Indonesia. Setiap orang atau keluarga mempunyai skala kebutuhan yang dipengaruhi oleh pendapatan. Kondisi pendapatan seseorang akan mempengaruhi tingkat konsumsinya. Makin tinggi pendapatan, makin banyak jumlah barang yang dikonsumsi. Sebaliknya, makin sedikit pendapatan, makin berkurang jumlah barang yang dikonsumsi. Bila konsumsi ingin ditingkatkan sedangkan pendapatan tetap, terpaksa tabungan digunakan akibatnya tabungan berkurang.

          Lalu hal inipun akan berpengaruh kepada pengaruh variabel makro terhadap investasi, yaitu bilamana konsumsi ingin meningkat maka kita akan menggunakan tabungan (investasi) sehingga menyebabkan tingkat investasi menjadi berkurang. Hukum alam investasinya mungkin kurang lebih akan seperti ini : bila tingkat bunga tinggi masyarakat terdorong untuk lebih banyak menabung dan mengurangi konsumsi. Sebaliknya, bila tingkat bunga rendah orang lebih cenderung menaikkan konsumsi.

          Lalu selanjutnya pengaruh variabel makro terhadap ekspor dan impor, ekspor-impor merupakan faktor penting dalam merangsang pertumbuhan ekonomi, melihat SDA yang kita miliki sangat melimpah. Untuk meningktakan ekspor-impor maka pemerintah dan masyarakat harus menaruh perhatian penuh pada potensi-potensi daerah untuk kemajuan ekspor dan barang-barang komoditi ekspor maupun impor. Sehingga pertumbuhan ekonomi dapat ditunjang oleh sektor ekspor-impor yang signifikan.

Selanjutnya pengaruh variabel makro terhadap pengeluaran pemerintah, Pemerintah mempunyai peranan penting dalam perekonomian untuk kesejahteraan rakyat. Pengeluaran pemerintah terus berkembang sejalan dengan tahap perkembangan ekonomi suatu negara. Pada tahap awal perkembangan ekonomi diperlukan pengeluaran negara yang besar untuk investasi pemerintah. Saya juga pernah membaca, ada pendapat dari seorang ahli benama Wagner, beliau mengatakan berdasarkan pengamatan dari negara-negara maju, disimpulkan bahwa dalam perekonomian suatu negara, pengeluaran pemerintah akan meningkat sejalan dengan peningkatan perkapita negara tersebut.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

ANDAI AKU MENJADI MENTRI PEREKONOMIAN


Kalau boleh saya berandai-andai, andai saya menjadi mentri perekonomian…saya pasti akan berusaha semampunya untuk membawa perekonomian negara ini kearah yang lebih baik. Karena yang saya ketahui melalui bacaan-bacaan, berita-berita di televisi dan juga dari yang saya perhatikan perekonomian di Indonesia saat ini masih kurang seimbang, walaupun sedikit demi sedikit sudah mengalami perbaikan ekonomi, itupun saya ketahui setelah saya membaca di salah satu berita online kalau mentri keuangan kurang lebih berucap bahwa perekonomian di Indonesia berprospek baik karena mampu mempertahankan kekuatan ekonomi diatas 6 persen.

  Beliau bisa berucap seperti itu karena beliau seusai menghadiri  pertemuan G20 dan memang dunia cukup kagum dengan Indonesia kalau dilihat dari pertumbuhan ekonomi. Menurut beliau kondisi perekonomian yang baik tersebut dikarenakan pertumbuhan angka investasi sebesar 24 persen pada 2012, yang merupakan kinerja positif ditengah krisis yang melanda Eropa dan Amerika Serikat (AS). Dan beliau jg pernah berkata “Kita akan terus meyakinkan bahwa Indonesia punya pertumbuhan yang berkualitas dan berkesinambungan”, kata-kata beliau tersebutlah yang membuat saya jadi berandai-andai menjadi mentri perekonomian, yaa tentunya selain itu juga tulisan saya ini untuk memenuhi tugas dari salah satu mata kuliah saya.

Dari kalimat beliau tadilah saya menjadi bersemangat untuk memajukan perekonomian di Indonesia ini, saya ingin mengembangkan kegiatan-kegiatan yang memberi pengaruh positif dan baik untuk ekonomi di negri ini. Mungkin contohnya seperti saya akan mengusulkan dan menggerakkan kepada pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus menjaga stabilitas sistem keuangan nasional, serta menyakinkan dunia internasional bahwa Indonesia memiliki pertumbuhan ekonomi yang berkualitas di tahun ini dan tentunya juga mempunyai prospek yang baik di tahun-tahun mendatang.

Dan sebelumnya juga saya tadi menyinggung bahwa perekonomian di Indonesia masih sedikit kurang seimbang, karena saya yang melihat sendiri sebagai orang yang masih awam, saya sering melihat dua tempat yang sangat berbeda jauh keadaannya. Seperti di suatu tempat di lingkungan-lingkungan elit, saya melihat begitu bagus rumah-rumah disana,begitu menjulang tinggi gedung-gedung disana, begitu sangat terlihat berbeda dan mncoloknya ketika saya lihat di belakang bangunan-bangunan mewah tersebut, terdapat kampung kumuh, banyak sekali rumah-rumah kerdus, bahkan banyak juga yang tidak mempunyai rumah untuk ditinggali.

        Dari penglihatan saya itulah saya bisa menilai kalau secara tempat tinggal atau lingkungan, perekonomian di negri ini masih kurang seimbang. Mungkin saya akan bisa mengusulkan kepada pemerintah, untuk memanfaatkan orang-orang bawah yang ada untuk dipekerjakan, berikan mereka peatihan pekerjaan, training mereka, maka sesungguhnya mereka juga bisa dan mempunyai kemampuan untuk bekerja, dan impas baliknya pun dapat kita rasakan, seperti perekonomian kita semakin membaik karen sudah meratanya orang-orang yang bekerja sehingga berkurangnya pengangguran. Merekapun yang bekerja bisa memberi nafkah keluarganya dengan lebih baik dan layak.

          Tapi memang kalau secara keseluruhan, atau mungkin bagi mereka yang ada di golongan atas dan mempunyai kemampuan lebih dalam menilai perekonomian negri kita, perekonomian kita sudah semakin membaik, mungkin di dalam bidang-bidang yang lainnya, bukan dari seperti yang saya lihat. Dan mungkin yah kalau saya menjadi mentri perekonomian Indonesia, bila saya melihat dari bidang jual-beli masyarakat, saya ingin kita meninggikan nilai eksport kita dan menekan lebih kecil lagi nilai import kita, sehingga kita bisa mendapatkan pemasukan lebih banyak dan juga kita bisa menjadi Negara yang lebih mandiri lagi, karena bisa memproduksi sesuatu yang bisa kita nikmati sendiri tanpa meragukan kualitas dalam negri. Mungkin hanya ini yang bisa saya sampaikan atas perandai-andaian saya,terima kasih…

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS